Pedang Nidai Kitetsu Salah Satu Pedang Legendaris Great Grade

Pedang Nidai Kitetsu Salah Satu Pedang Legendaris Great Grade

Pedang Nidai Kitetsu Salah Satu Pedang Legendaris Great Grade

Kembali lagi dengan seputaranime yang selalu membagikan informasi-informasi mengenai anime lho. Nah untuk kesempatan kali ini mimin ingin memberitahukan kepada kalian yang merupakan One Piece Lovers mengenai Pedang Nidai Kitetsu Salah Satu Pedang Legendaris Great Grade yang kini sedang tenar karena pedang tersebut kini dipegang oleh Luffy yang merupakan tokoh utama One Piece.

Pada saat ini yang kita kethaui semua kru bajak laut Topi Jerami telah mencapai tujuan disuatu pulau yang bernama Pulau Wano, namun sebagian dari kru Topi jerami masih belum diketahui dimana posisi nya dikarenakan lautan Wano. Disaat Luffy telah sampai pada pulau Wano luffy bertemu dengan seorang gadis kecil yang bernama Tama yang amat ceria.

Pedang Nidai Kitetsu Salah Satu Pedang Legendaris Great Grade

Tetapi Tama terserang penyakit demam yang amat serius dikarenakan Tama meminum air dari sungai yang sudah tercemar oleh racun. Dan akhirnya Luffy pun membawa Tama pergi ke dokter untuk menyelamatkan Tama. Luffy yang sedang membawa Tama ke dokter ternyata juga membawa sebuah pedang yang merupakan salah satu pedang legendaris dari 21 Pedang Great Grade yaitu Pedang Nidai Kitetsu.

Tentang Pedang Nidai Kitetsu

Pedang Nidai Kitetsu ialah satu diantara dari 21 pedang kelas Wazamono. Ibarat semua pedang Kitetsu, yang satu ini juga ternyata adalah pedang terkutung. Kitetsu ialah merupakan sekolah para ahli pedang yang membuat jenis pedang Kitetsu.

Pedang Kitetsu merupakan pedang paling kuat didunia One Piece. Setiap pedang kitetsu itu dikutuk, dan dibilang akhirnya membunuh pemakai pedang tersebut. Karena itulah dikatakan bahwa tidak ada orang yang berani menggunakan pedang Kitetsu itu. Beberapa orang dalam serial One Piece juga percaya bahwa seseorang yang akan menjual kepada pedang Kitetsu dan kutukan tersebut akan membunuh pemakai pedang baru tersebut, dan itu akan berulang-ulang terjadi.

Namun jika pemakai tersebut memiliki keberuntungan yang bagus, maka seseorang tersebut pasti dapat mengatasi kutukan dari Pedang Kitetsu itu. Hal tersebut sanggatlah dianggap sebagai hal yang amat langka sehingga pemilik toko senjata yang memiliki pedang pusaka keluarga nya akan membagikan senjata tersebut kepada pemakai pedang yang beruntung tersebut.

Awal Mula Tentang Kitetsu

Tiap-tiap dari pedang tersebut telah dibuat oleh keturunan pembuat pedang yang berbeda. Dengan setiap keturunana pedang pasti selalu lebih lemah dari pendahulu mereka. Sedikit yang telah diketahui dari kemampuan pedang Nidai Kitetsu yang merupakan pedang dari Ō Wazamono di dunia, setara dengan Wado Ichimonji dan Shusui, dan hanya dilampaui oleh 12 pedang Saijō Ō Wazamono.

Awal Mula Tentang Kitetsu

Seperti semua pedang yang telah dibuat oleh anggota sekolah Kitetsu, pedang yang ini dikatakan telah dikutuk dan kaan membawa kematian yang amat mengenaskan bagi pemakainya. Pedang Nidai Kitetsu tersebut telah dibuat oleh Kotetsu yang merupakan leluhur dari Tenguyama Hitetsu. Sebelumnya pedang tersebut adalah miliki Hitetsu sampai Lufft meminjamnya ketika dia membawa Tama ke dokter.

Pedan Nidai Kitetsu ini dibuat lebih lemah dengan setiap pedang barunya. Pedang Nidai Kitetsu juga merupakan yang kedua dibuat. Hal tersebut ini dinilai dalam Wazamono menjadikannya tengah dari tiga pedang dalam hal kekuatan.

Pedang Nidai Kitetsu tersebut juga telah dibentuk dengan gaya yang hampir sama dengan Sandai Kitetsu. Dan bagian pemotongannya memiliki warna yang cerah bebreda dengan Pedang Shusui. Panjang dari pedangnya hampir sama dengan pedang lainnya dan juga sedikit melengkung ke belakang. Pada bagian pedangnya tersebut terdapat motif seperti api.

Demikianlah artikel yang berjudul pedang Nidai Kitetsu salah satu pedang legendaris great grade ini mimin seputaranime akhiri. Semoga artikel singkat mengenai Pedang Nidai Kitetsu ini dapat membantu pengetahuan anda akan tentang dari pedang Great Grade tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *